usai-rekan-ditahan-kasus-labuan-bajo-notaris-di-ntt-mogok

Usai Rekan Ditahan Kasus Labuan Bajo, Notaris di NTT Mogok

Usai Rekan Ditahan Kasus Labuan Bajo, Notaris di NTT Mogok – Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan aksi mogok bersama menutup aktivitas perkantoran sebagai bentuk protes pada penahanan seorang bagian notaris berkenaan kasus dugaan korupsi penjualan aset tanah pemerintah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai oleh Kejaksaan Tinggi NTT.

Usai Rekan Ditahan Kasus Labuan Bajo, Notaris di NTT Mogok

usai-rekan-ditahan-kasus-labuan-bajo-notaris-di-ntt-mogok

shannonandmanch.com – Penutupan kantor dilaksanakan mulai Kamis (21/1) hingga Senin (25/1). Kami tidak melayani pengurusan akta notaris berasal dari siapa pun,” kata Ketua Pengurus Wilayah INI Provinsi NTT Albert Riwu Kore, di Kupang, layaknya dikutip Antara, Jumat (22/1).

Albert mengatakan, penutupan aktivitas kantor notaris dilaksanakan di seluruh NTT sebagai bentuk berkabung atas penahanan Theresia Koro Dimu, notaris di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut dia, tindakan penyidik kejaksaan melaksanakan penahanan pada Theresia Koro Dimu sangatlah disayangkan, sebab yang mengenai bukan merupakan pelaku utama di dalam kasus penjualan aset lahan yang dikira punya Pemerintah Manggarai Barat itu.

Albert Riwu Kore menegaskan, seorang notaris hanya terima dokumen transaksi jual membeli sebelum saat dibuatkan akta jual beli, lebih-lebih dokumen yang di terima notaris sementara itu sudah di dalam bentuk akta yang merupakan produk Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dia mengatakan, sebagai notaris sudah melaksanakan pengecekan ulang ke BPN dan mengakui sertifikat lahan itu sah.

“Kasus penahanan pada notaris merupakan yang pertama kali berjalan di NTT. Kami berharap Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia ((INI) Pusat dan Ikatan Pejabat Pembuatan Akta Tanah (PPAT) Pusat termasuk untuk bersikap pada kasus ini,” ujar Albert Riwu Kore.

Sejumlah Notaris di NTT, awalnya hendak melaksanakan aksi ke kantor Kejaksaan Tinggi NTT, tetapi sebab tetap di dalam situsi pandemi Covid19 agar aksinya dilaksanakan bersama langkah menutup pelayanan akta bagi masyarakat NTT di dalam beberapa hari ke depan.

Pihaknya berharap Kementerian Hukuman dan HAM bersama Menteri ATR/BPN dan juga Jaksa Agung dan Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia untuk menyikapi kasus ini secara serius, sebab tindakan yang dilaksanakan oleh Theresia Koro Dimu di dalam pengurusan dokumen akta sudah sesuai prosedur yang benar dan profesional sebagai seorang notaris.

Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi NTT sudah memutuskan 17 orang tersangka di dalam kasus penjualan aset tanah seluas 30 hektare punya pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Yulianto menyebutkan kerugian negara di dalam kasus korupsi penjualan aset punya pemerintah seluas 30 hektare diLabuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menggapai Rp1,3 triliun.