Lawan Polisi Pakai Pisau, Buron Kasus Jambret di Medan Ditembak Mati

Lawan Polisi Pakai Pisau, Buron Kasus Jambret di Medan Ditembak Mati

Lawan Polisi Pakai Pisau, Buron Kasus Jambret di Medan Ditembak Mati – Seorang buronan kasus jambret di Medan, AR (28), ditembak mati oleh polisi. AR ditembak sebab melawan petugas menggunakan pisau.

Lawan Polisi Pakai Pisau, Buron Kasus Jambret di Medan Ditembak Mati

Lawan Polisi Pakai Pisau, Buron Kasus Jambret di Medan Ditembak Mati

shannonandmanch.com – Petugas berhasil mengamankan pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” mgslotonline kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji, di RS Bhayangkara Medan,

Irsan menyebut pihaknya mengusut kasus ini sehabis mendapat sebagian laporan berasal dari warga yang jadi korban jambret. Polisi kemudian melaksanakan penyelidikan dan menangkap seorang berinisial YS (26) pada 2020.

YS disebut berperan sebagai joki pas aksi penjambretan terjadi. Dari penangkapan itu, polisi mengusut keberadaan pelaku lain, AR.

AR kemudian ditangkap pada Kamis (7/1). Polisi menangkap AR sehabis mendapat Info tersedia momen penjambretan di wilayah hukum Polsek Medan Kota.

“Kemudian petugas berjumpa dengan buronan selanjutnya di jalan dan mengamankannya. Setelah diinterogasi bahwa pelaku mengakui sudah melaksanakan pencurian di sebagian TKP wilayah Polsek Medan Kota,” sebut Irsan.

AR kemudian dibawa untuk keperluan pengusutan terduga pelaku lain, M. Saat itulah AR melawan petugas menggunakan pisau.

“Pada pas dilakukan pengembangan ke tersangka lain berinisial M, pelaku AR mencoba menyita sebuah pisau kecil berasal dari slip celananya dan melaksanakan perlawanan pada petugas agar petugas terkena sabitan pisau di bagian tangan sebelah kiri,” ujar Irsan.

Polisi kemudian membebaskan tiga kali tembakan peringatan. Namun, AR senantiasa mencoba melawan sampai ditembak pada bagian dada.

“Petugas mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali tapi tidak diindahkan dan pelaku ulang melaksanakan perlawanan agar petugas melaksanakan tindakan tegas terarah terukur ke arah dada. Pelaku dibawa ke RS Bhayangkara dan dinyatakan sudah meninggal dunia,” sebut Irsan.

Nasib Apes Sopir Truk Manado-Gorontalo Terima Order Angkut 5 Ton Cap Tikus

Nasib Apes Sopir Truk Manado-Gorontalo Terima Order Angkut 5 Ton Cap Tikus

Nasib Apes Sopir Truk Manado-Gorontalo Terima Order Angkut 5 Ton Cap Tikus – Meskipun sering ditindak oleh aparat kepolisian, penyelundupan minuman keras (Miras) ke Provinsi Gorontalo seakan tak pernah ada hentinya. Kali ini lima ton cap tikus lagi gagal masuk Gorontalo.

Nasib Apes Sopir Truk Manado-Gorontalo Terima Order Angkut 5 Ton Cap Tikus

Nasib Apes Sopir Truk Manado-Gorontalo Terima Order Angkut 5 Ton Cap Tikus

shannonandmanch.com – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Gorontalo Utara (Gorut), berhasil menggagalkan penyelundupan miras type cap tikus sebanyak 100 karung yang dikemas di dalam kantong plastik dengan ukuran 25 liter.

Digagalkannya penyelundupan miras tersebut berawal berasal dari ada informasi masyarakat mengenai ada sebuah mobil truk berwarna merah dengan nomer polisi DP 8888 KL yang akan melintasi jalan Trans-Sulawesi. Diduga truk tersebut mengangkut miras.

Berdasarkan informasi tersebut, tak tunggu pas lama, anggota segera bergerak mgslotonline cepat untuk mencegat mobil tersebut. Sat Narkoba yang dipimpin segera IPTU Harisno Pakaja segera berjaga di perbatasan masuk Gorontalo.

Setelah tunggu sebagian jam, tepatnya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito, Satnarkoba segera memberhentikan mobil yang udah menjadi obyek mereka. Setelah diberhentikan, alhasil mobil tersebut didapati membawa minuman keras.

Saat diinterogasi, kepada polisi pria dengan inisial AL mengaku, miras cap tikus yang dibawanya berasal berasal dari wilayah Sulawesi Utara (Sulut) akan di antar ke Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato.

Penyesalan Sopir Truk

“Ratusan karung minuman ini rencananya saya akan bawa ke Kabupaten Pohuwato,” kata Al pas diinterogasi polisi.

Menurutnya, ia hanya terima jasa untuk mengantarkan minuman keras tersebut. Sebab ia semata-mata sopir truk yang sebetulnya biasa mengangkut barang berasal dari Sulawesi Utara ke Gorontalo.

“Kali ini nasib saya sial, terima muatan miras, jika paham mampu begini jadinya, saya tidak akan terima pengangkutan barang ini,” ujarnya.

Sementara Kapolres Gorontalo Utara, AKBP Dicky Irawan Kesuma, membetulkan penangkapan tersebut, ia mengaku ini bukan yang pertama kali terjadi. Wilayah Gorontalo Utara yang berbatasan segera dengan sulawesi utara amat berpotensi penyelundupan miras.

“Iya benar, ini udah yang kesekian kalinya. Kali ini terhitung banyak yang jumlahnya mencapai 5 ton,” kata AKBP Dicky.

Kapolres menambahkan, bahwa pihak kepolisian akan senantiasa prinsip di dalam memberantas peredaran miras terutama di wilayah hukum Polres Gorut.

“Saya akan menindak tegas namanya miras. Apalagi masuk di wilayah hukum kami, ini udah menjadi prinsip kita di dalam memberantas peredaran miras selama ini yang semakin marak,” tegas Kapolres.

kasus-bullying-dan-penganiayaan-gadis-belia-seret-5-siswi-smp-di-cilacap

Kasus Bullying dan Penganiayaan Gadis Belia Seret 5 Siswi SMP di Cilacap

Kasus Bullying dan Penganiayaan Gadis Belia Seret 5 Siswi SMP di Cilacap – Satuan Reskrim Polres Cilacap, Jawa Tengah menangkap lima terduga pelaku kekerasan atau penganiayaan pada anak di Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kasus Bullying dan Penganiayaan Gadis Belia Seret 5 Siswi SMP di Cilacap

kasus-bullying-dan-penganiayaan-gadis-belia-seret-5-siswi-smp-di-cilacap

shannonandmanch.com –  Kasus bullying dan penganiayaan tersebut bermula pada Senin (28/12/2020) kurang lebih pukul 23.00 WIB pas dua korban inisial DGT (13) dah THH (13) mengunggah video Tiktok sedang merokok. Video Tiktok itu kemudian di upload di status WhatsApp dan Facebook.

Keduanya diketahui merupakan siswi SMP Negeri 3. Video tersebut kemudian terbesar luas dan viral.

“Akibat dari postingan tersebut kakak kelas mereka dan teman-temannya judibolalive99 (pelaku) tidak terima dikarenakan tingkah laku mereka telah mencemarkan nama baik SMP Negeri 3,” ucap Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya mengatakan, di dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam (7/1/2021).

Pada hari Selasa (29/12/2020) sekira pukul 16.00 WIB korban penganiayaan dipanggil oleh pelaku di depan Perum Pemintalan, Jalan Pemintalan, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan. Sesampai di sana korban dimintai pertanggungjawaban perihal video Tiktok tersebut.

Terungkapnya Kasus Penganiayaan Anak

Kemudian korban berusaha minta maaf kepada para pelaku. Namun para pelaku telah kadung emosi dan kelanjutannya melaksanakan kekerasan fisik kepada korban bersama dengan langkah menampar dan menjambak rambut salah satu korban.

“Kemudian salah satu pelaku ada yang mengakibatkan video pas perihal tersebut. Selanjutnya video kekerasan tersebut diupload di status WhatsApp salah satu pelaku sehingga pada sekira pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

Menurut Derry, video kekerasan memuat rekaman dua orang anak perempuan yang dikira dianiaya oleh tidak cukup lebih empat orang anak perempuan tersebut viral di sarana sosial. Dengan penelusuran video ini, kekerasan pada anak itu kemudian terungkap.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat pasal 80 UU RI Nomor 35 th. 2014 berkenaan pergantian atas UU RI Nomor 23 th. 2002 berkenaan Perlindungan anak atau pasal 351 KUHP,” jelasnya.

pil-sapi-bikin-wisatawan-terancam-masuk-bui-di-gunungkidul

Pil Sapi Bikin Wisatawan Terancam Masuk Bui di Gunungkidul

Pil Sapi Bikin Wisatawan Terancam Masuk Bui di Gunungkidul – Rombongan wisatawan asal Bantul dan Kulon Progo terpaksa mesti berurusan dengan jajaran kepolisian yang berjaga di Pos PAM Ops Lilin Baron, Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (03/01/2021). Ternyata, beberapa dari mereka konsumsi serta menaruh minuman keras dan obat terlarang.

Pil Sapi Bikin Wisatawan Terancam Masuk Bui di Gunungkidul

pil-sapi-bikin-wisatawan-terancam-masuk-bui-di-gunungkidul

Kapolsek Tanjungsari, AKP Wijayadi mengatakan, Minggu (03/01/2020) siang tadi bagian POS Pam beroleh laporan dari penduduk terkecuali terkandung rombongan motor yang ugal-ugalan di jalan dan membahayakan pengguna jalan lainnya. Laporan itu kemudian ditindak lanjuti dengan lakukan razia di TPR JJLS Baron Kemadang, Gunungkidul.

“Berkendara ugal-ugalan dan mempunyai bendera komunitas,” terang AKP Wijayadi.

Saat dikerjakan razia, ternyata didapati 2 orang dari mgslotonline rombongan berikut yang mempunyai minuman keras type Anggur Merah Orang Tua dan satu orang ulang didapati mempunyai obat-obat terlarang yang disalahgunakan.

“Ketiga orang ini kemudian di bawa ke Mapolsek Tanjungsari untuk ditindak lanjuti pemeriksaan,” ucap dia.

Tiga orang yang diamankan yaitu MRA (16) warga Kecamatan Palbapang, Kabupaten Bantul yang diketahui mempunyai kuncir pinggang dengan kepala keling dan satu botol miras yang udah habis. Mus (17) warga Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo mempunyai tiga buah pil sapi dan satu bungkus alprazolam.

Saat di periksa, Mus udah konsumsi sejumlah obat tersebut. Adapun FGS (21) warga Srandakan, Kabupaten Bantul yang mempunyai miras masih dalam situasi utuh.

“Ketiganya kemudian kami serahkan ke Satuan Resnarkoba Polres Gunungkidul untuk lakukan kontrol lanjutan,” ujarnya.

Razia yang dikerjakan dimaksudkan untuk memberi tambahan rasa safe kepada pengguna jalan dan safe di obyek wisata. Sehingga tidak tersedia keributan yang berjalan dikarenakan pengaruh obat atau minuman keras.