kasus-bullying-dan-penganiayaan-gadis-belia-seret-5-siswi-smp-di-cilacap

Kasus Bullying dan Penganiayaan Gadis Belia Seret 5 Siswi SMP di Cilacap

Kasus Bullying dan Penganiayaan Gadis Belia Seret 5 Siswi SMP di Cilacap – Satuan Reskrim Polres Cilacap, Jawa Tengah menangkap lima terduga pelaku kekerasan atau penganiayaan pada anak di Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah.

Kasus Bullying dan Penganiayaan Gadis Belia Seret 5 Siswi SMP di Cilacap

kasus-bullying-dan-penganiayaan-gadis-belia-seret-5-siswi-smp-di-cilacap

shannonandmanch.com –  Kasus bullying dan penganiayaan tersebut bermula pada Senin (28/12/2020) kurang lebih pukul 23.00 WIB pas dua korban inisial DGT (13) dah THH (13) mengunggah video Tiktok sedang merokok. Video Tiktok itu kemudian di upload di status WhatsApp dan Facebook.

Keduanya diketahui merupakan siswi SMP Negeri 3. Video tersebut kemudian terbesar luas dan viral.

“Akibat dari postingan tersebut kakak kelas mereka dan teman-temannya judibolalive99 (pelaku) tidak terima dikarenakan tingkah laku mereka telah mencemarkan nama baik SMP Negeri 3,” ucap Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya mengatakan, di dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam (7/1/2021).

Pada hari Selasa (29/12/2020) sekira pukul 16.00 WIB korban penganiayaan dipanggil oleh pelaku di depan Perum Pemintalan, Jalan Pemintalan, Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan. Sesampai di sana korban dimintai pertanggungjawaban perihal video Tiktok tersebut.

Terungkapnya Kasus Penganiayaan Anak

Kemudian korban berusaha minta maaf kepada para pelaku. Namun para pelaku telah kadung emosi dan kelanjutannya melaksanakan kekerasan fisik kepada korban bersama dengan langkah menampar dan menjambak rambut salah satu korban.

“Kemudian salah satu pelaku ada yang mengakibatkan video pas perihal tersebut. Selanjutnya video kekerasan tersebut diupload di status WhatsApp salah satu pelaku sehingga pada sekira pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

Menurut Derry, video kekerasan memuat rekaman dua orang anak perempuan yang dikira dianiaya oleh tidak cukup lebih empat orang anak perempuan tersebut viral di sarana sosial. Dengan penelusuran video ini, kekerasan pada anak itu kemudian terungkap.

“Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat pasal 80 UU RI Nomor 35 th. 2014 berkenaan pergantian atas UU RI Nomor 23 th. 2002 berkenaan Perlindungan anak atau pasal 351 KUHP,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *